4 Sebab Kenapa Kita Masih Tidak Semangat di Bulan Ramadhan, Padahal Sudah Tahu Keutamaannya

Hampir semua dari kita tahu bahwa Bulan Ramadan memiliki keutamaan yang sangat banyak. Keutamaan itu sudah disampaikan oleh Allah Ta’ala sendiri di dalam al-Qur’an dan Nabi ﷺ dalam haditsnya. Diantaranya:

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr: 1-3)

Nabi ﷺ bersabda ”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.” (HR. Al Bazaar).

Namun, kondisi banyak orang diantara kita di bulan Ramadan tetap kurang bersemangat saat beramal di waktu yang mulia ini. Kita sudah tahu tentang keutamaan bulan Ramadan, namun pengetahuan tersebut tidak terolah menjadi semangat. Nah, tidak terdorongnya seseorang untuk mengerjakan suatu kebaikan setelah tahu keutamaan dan nilai kebaikan tersebut, bisa dipengaruhi oleh beberapa hal. Apa saja sebab-sebabnya?

Hati bisa menjadi kotor karena dosa yang berdampak pada tidak adanya kemauan untuk beramal. Allah Ta’ala berfirman,

كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.” (QS. Al Muthoffifin: 14)

Ketika seseorang itu bermaksiat, Allah akan menitikkan satu titik hitam di hatinya. Sampai kemudian dia terus mengulangi maksiat tersebut sampai hatinya tertutupi oleh titik-titik hitam. Nah, ketika hatinya sudah tertutup, inilah kondisinya ketika seseorang itu tidak lagi mempan untuk semangat beramal. Padahal dia tahu keutamaan amal itu.

Sebagian kita pasti pernah bertanya-tanya kenapa kita tidak bersemangat di Bulan Ramadan padahal sudah tahu keutamaan padanya. Bisa jadi inilah sebabnya. Karena terlalu banyaknya dosa-dosa kita sehingga hati kita menjadi kotor. Banyak orang gagal untuk jadi produktif bukan karena malas, bukan pula kehabisan waktu, tapi karena kehabisan energi karena jiwanya yang lelah.

Inilah di antara hikmahnya kenapa Nabi ﷺ melarang untuk berdebat, meluapkan amarah, ketika berpuasa. Beliau bersabda, “Jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa, maka janganlah berkata-kata kotor, dan jangan pula bertindak bodoh. Jika ada seseorang yang mencelanya atau mengganggunya, hendaklah mengucapkan: sesungguhnya aku sedang berpuasa.” (HR. Bukhari no. 1904 dan Muslim no. 1151)

Mungkin banyak di antara kita yang mengalami fisiknya baik-baik saja tetapi kondisi mental sedang tidak baik-baik saja. Terkuras energinya. Sehingga kita terhalangi untuk bisa produktif. Maka ingatlah bahwa hari-hari Ramadan itu terbatas. Maksimalkan sebaik-baiknya. Jangan rusak kondisi mental kita dengan hal-hal yang tidak penting. Berupayalah mengkondisikan jiwa kita hingga tenang dan stabil di Bulan Ramadan agar kita bisa produktif.

Ketiga, distraksi. Banyaknya distraksi seperti scrolling sosmed berjam-jam, maraton menonton film/video, ngobrol/chat berlebihan, bisa menyebabkan seseorang kehabisan waktu, mentalnya terkuras, dan pada akhirnya sulit untuk memulai sesuatu. Sebagaimana orang arab menyebutkan “al-mustafid laa yashil” artinya “orang yang banyak menoleh tidak akan sampai.” Sulit untuk mencapai target tertentu karena terlalu banyak menoleh ke sana ke mari. Sulit untuk memulai sesuatu karena terlalu banyak distraksinya.

Sebab terakhir, target yang terlalu besar atau terlalu banyak. Demikianlah kondisi banyak orang di Bulan Ramadan. Dia punya program yang luar biasa padatnya di Bulan Ramadan. Tetapi seiring berjalannya waktu, semangatnya memudar. Maka mulailah dengan sesuatu yang kecil, konsistenkan, baru berpikir untuk menambah target. Milikilah target yang realistis.  Di Ramadan ini misalnya, jangan punya target seperti Imam Syafi’i yang khatam al-Qur’an sebanyak 60 kali khataman. Jangan. Ini target yang tidak realistis bagi kita.

Lihatlah track record kita sendiri. Jika terbiasa selama satu bulan satu kali khataman, konsisten seperti itu selama bertahun-tahun, maka bolehlah kita menambah target menjadi 2 kali khatam ketika Bulan Ramadan. Mulai dari sesuatu yang kecil. Kalau sudah bisa konsisten baru tingkatkan. Karena sebagian orang sudah patah semangatnya ketika di awal-awal sebab bingung untuk mencapai target yang begitu tinggi.

 

Faedah kajian “Productive Ramadhan: Pengantar”
Bersama Ustadz Muhammad Rezki Hr
Di Masjid Pogung Dalangan